Kegiatan utama dari agenda ini adalah Sosialisasi Perbaikan Listrik yang ditujukan bagi pengurus mushola dan warga sekitar. Listrik seringkali dianggap sebagai hal teknis yang rumit dan berbahaya bagi orang awam. Oleh karena itu, sosialisasi ini bertujuan memberikan pemahaman mendasar mengenai bahaya arus pendek (korsleting), pentingnya penggunaan kabel standar nasional, hingga cara melakukan perawatan mandiri pada instalasi lampu dan stop kontak. Dengan pengetahuan ini, warga tidak hanya bergantung pada bantuan pihak luar, tetapi juga memiliki kesadaran untuk melakukan tindakan pencegahan dini guna menghindari risiko kebakaran yang sering dipicu oleh instalasi listrik yang buruk.
Pelaksanaan perbaikan ini menyasar Mushola Warga yang mungkin memiliki keterbatasan dana untuk melakukan renovasi atau perbaikan sistem kelistrikan. Banyak mushola di lingkungan padat penduduk memiliki instalasi kabel yang sudah tua dan tidak tertata rapi. Melalui keahlian teknis yang dimiliki oleh tim Pasundan, dilakukan penataan ulang jalur kabel, penggantian lampu dengan teknologi LED yang lebih hemat energi namun lebih terang, serta perbaikan pada sistem pengeras suara. Transformasi fisik ini membawa dampak psikologis yang luar biasa bagi jamaah; mushola yang terang dan nyaman akan meningkatkan semangat warga untuk beribadah berjamaah dan meramaikan kegiatan keagamaan lainnya.
Dalam program Sosialisasi Perbaikan Listrik, nilai kolaborasi sangat dijunjung tinggi. Para siswa yang terlibat mendapatkan kesempatan berharga untuk mempraktikkan ilmu yang mereka pelajari di bengkel sekolah ke dalam situasi dunia nyata. Mereka belajar menghadapi kendala teknis di lapangan yang seringkali lebih kompleks daripada simulasi di laboratorium. Selain itu, mereka belajar berinteraksi dengan warga, mendengarkan keluhan, dan memberikan solusi dengan bahasa yang mudah dimengerti. Ini adalah bentuk nyata dari pendidikan karakter di mana siswa diajak untuk menggunakan keahlian mereka demi kemaslahatan orang banyak, bukan sekadar untuk kepentingan komersial semata.
Lebih lanjut, sosialisasi ini juga mencakup edukasi mengenai efisiensi energi. Tim memberikan tips kepada pengurus mushola tentang cara mengatur penggunaan listrik agar tagihan bulanan tidak membengkak, seperti pemasangan sensor cahaya otomatis untuk lampu luar atau penggunaan sakelar yang tepat. Hal ini sangat membantu finansial mushola yang biasanya bersumber dari infak dan sedekah warga. Dengan listrik yang hemat dan instalasi yang aman, dana yang tadinya dialokasikan untuk perbaikan darurat atau tagihan listrik yang tinggi dapat dialihkan untuk kegiatan sosial atau peningkatan fasilitas ibadah lainnya yang lebih mendesak.